Selasa, 13 Juni 2017

PENTINGNYA ILMU DAN PENGETAHUAN DALAM ISLAM

PENTINGNYA ILMU DAN PENGETAHUAN DALAM ISLAM

            Islam adalah agama penyempurna dari agama-agama sebelumnya yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan kepada seluruh umat manusia agar tidak sesat dikemudian hari. Agama Islam berpedoman kepada kitab al-Qur’an dan Hadist. Dalam agama Islam juga terdapat rukun Iman dan juga rukun Islam sebagai syarat dan acuan sebagai umat muslim. Al-Qur’an adalah sumber Ilmu Pengetahuan sekaligus sumber ajaran Agama islam, Untuk itulah al-Qur’an sebagai dasar yang mampu menjelaskan bagaimana Ilmu pengetahuan bisa berkembang di kalangan umat Islam dan pernah mencapai masa keemasan, walaupun sekarang tidak seperti zaman Daulah Umayyah terutama Daulah Abbasiyah yang berhasil mengembangkan Ilmu Pengetahuan secara gemilang dengan berlandaskan Islam.
            Ilmu merupakan sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan nafasnya”. Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam , hal ini terlihat dari banyaknya ayat al-Qur’an yang memandang orang berilmu dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al Qur’an, kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali, ini bermakna bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari al-Qur’an sangat kental dengan nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu.
            Islam memandang ilmu pengetahuan sebagai cara pandang utama bagi penyelamatan jiwa dan pencapaian kebahagiaan serta kesejahteraan manusia dalam kehidupan kini dan nanti. Islam menempuh jalan yang paling lurus dalam keseimbangan antara kepribadian perseorangan dan kepribadian masyarakat, serta mempersatukannya dengan tali hubungan yang kuat. Al-Qur’an dengan tegas menguraikan arti pentingnya ilmu pengetahuan bagi kepentingan dan kelangsungan hidup manusia, tidak diragukan lagi ayat-ayatnya sebagian besar berbicara mengenai dasar-dasar kependidikan dalam arti luas. Al-Qur’an sebagai materi utama dan sumber pedoman, didalamnya mengandung nilai-nilai kependidikan dalam rangka membudayakan manusia, ayat-ayatnya banyak memberikan motivasi edukatif bagi manusia.
Islam merupakan sebuah sistem yang memberikan solusi terhadap berbagai problem yang dihadapi manusia. Setiap solusi yang diberikan selaras dengan fitrah manusia. Dalam konteks pendidikan, Islam telah menentukan bahwa Negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan sistem pendidikan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.
            Pada era globalisasi saat ini perkembangan zaman mengakibatkan gaya hidup manusia menjadi berubah yang semula mereka saling membutuhkan menjadi bersikap individualis dan tak peduli dengan orang lain. Globalisasi selain menghadirkan dampak ‘positif’ untuk hidup mudah, nyaman, murah, indah, maju. juga mendatangkan dampak ‘negatif’ yaitu menimbulkan keresahan, penderitaan dan penyesatan. Bagi masyarakat, Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang banyak menimbulkan dampak negatif yang di bawa oleh negara-negara Barat (terutama Amerika Serikat) dengan tujuan agar masyarakat mengikuti cara hidup di negara mereka
            Agama Islam pada era globalisasi saat ini terkadang disepelekan dengan orang yang hanya ingin menjejar duniawi saja, namun Ibadah kepada Allah sangatlah kurang. Demikian Allah menganjurkan kita sebagai manusia wajiblah berilmu namun menyeimbangkan dengan Amalan-amalan kepada Allah SWT. Seperti pepatah “Kejarlah duniamu seolah kau akan hidup selamanya, dan Kejarlah akhiratmu seolah kau akan mati esok.“ dalam hadist juga menyebutkan bahwa “Tuntutlah Ilmu sampai ke negeri China.” Dan “Tuntutlah ilmu dari kau baru lahir sampai liang kubur kelak.” Disini jelas sekali bahwa menuntut Ilmu mutlak hukumnya dalam Islam.
            Contoh pada era globalisasi ini kita sedang dihadapkan dengan sikap malas menuntut Ilmu dan menyeimbangkan dengan Agama. Terkadang dengan IPTEK yang maju sekarang manusia hanya memikirkan kesengan nya saja tanpa memikirkan soal Agamanya. Adapun hal yang dapat dilakukan agar dunia dan akhirat dapat seimbang dan Ilmu yang didapat bisa bermanfaat adalah  Tidak terlalu berfokus kepada duniawi saja, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas, menggali ajaran tentang agama agar Ilmu yang dihasilkan dapat bermanfaat dan berguna bagi orang lainnya, Karena dalam hadist menyampaikan juga bahwa “Sampaikanlah Ilmu, walaupun hanya satu ayat.” Saling menasihati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kebajikan seperti arti dari Qs. Al-Asr. Sebagai pelajar atau mahasiswa menuntut ilmu juga hal pokok agar generasi kedepan tidak dijajah oleh budaya barat dengan cara menyeimbangkan Ilmu yang didapat dengan berlandaskan Islam, karena apabila ilmu disampaikan dengan berlandaskan Islam Insyallah kebenaran nya akan lebih teruji dan dapat dipertanggung jawabkan diakhirat kelak. Adapun Al-Qur’an dan Hadist yang menyampaikan bahwa pentingnya menuntut Ilmu adalah :
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)
مَنْ خَرَجَ فِى طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya : ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)

يَآيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ اللهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرٌ ـ المجادلة
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah dalam majlis.” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu.” maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11).

NAMA                   :   MUHAMMAD IKBAL REFINDO
NIM / PRODI        :   1657010084 / ILMU KOMUNIKASI 3
MATA KULIAH   :    ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN