PENTINGNYA ILMU DAN PENGETAHUAN DALAM ISLAM
Islam adalah agama penyempurna dari agama-agama sebelumnya yang
diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyebarkan kepada seluruh
umat manusia agar tidak sesat dikemudian hari. Agama Islam berpedoman kepada
kitab al-Qur’an dan Hadist. Dalam agama Islam juga terdapat rukun Iman dan juga
rukun Islam sebagai syarat dan acuan sebagai umat muslim. Al-Qur’an adalah sumber Ilmu Pengetahuan sekaligus sumber ajaran
Agama islam, Untuk itulah al-Qur’an sebagai dasar yang mampu menjelaskan
bagaimana Ilmu pengetahuan bisa berkembang di kalangan umat Islam dan pernah mencapai
masa keemasan, walaupun sekarang tidak seperti zaman Daulah Umayyah terutama
Daulah Abbasiyah yang berhasil mengembangkan Ilmu Pengetahuan secara gemilang
dengan berlandaskan Islam.
Ilmu merupakan
sesuatu yang sangat penting dalam kehidupan ini, setiap waktu manusia
membutuhkan ilmu untuk menjalani hidupnya, sebagaimana perkataan Imam Ahmad Bin
Hambal “Manusia sangat berhajat pada ilmu lebih daripada hajat mereka pada
makanan dan minuman, karena manusia berhajat pada makanan dan minuman sehari
sekali atau dua kali akan tetapi manusia berhajat pada ilmu sebanyak bilangan
nafasnya”. Ilmu menempati kedudukan yang sangat penting dalam ajaran islam ,
hal ini terlihat dari banyaknya ayat al-Qur’an yang memandang orang berilmu
dalam posisi yang tinggi dan mulya disamping hadis-hadis nabi yang banyak
memberi dorongan bagi umatnya untuk terus menuntut ilmu. Didalam Al Qur’an,
kata ilmu dan kata-kata jadianya di gunakan lebih dari 780 kali, ini bermakna
bahwa ajaran Islam sebagaimana tercermin dari al-Qur’an sangat kental dengan
nuansa nuansa yang berkaitan dengan ilmu.
Islam memandang
ilmu pengetahuan sebagai cara pandang utama bagi penyelamatan jiwa dan
pencapaian kebahagiaan serta kesejahteraan manusia dalam kehidupan kini dan
nanti. Islam menempuh jalan yang paling lurus dalam keseimbangan antara
kepribadian perseorangan dan kepribadian masyarakat, serta mempersatukannya
dengan tali hubungan yang kuat. Al-Qur’an
dengan tegas menguraikan arti pentingnya ilmu pengetahuan bagi kepentingan dan
kelangsungan hidup manusia, tidak diragukan lagi ayat-ayatnya sebagian besar
berbicara mengenai dasar-dasar kependidikan dalam arti luas. Al-Qur’an sebagai
materi utama dan sumber pedoman, didalamnya mengandung nilai-nilai kependidikan
dalam rangka membudayakan manusia, ayat-ayatnya banyak memberikan motivasi
edukatif bagi manusia.
Islam merupakan sebuah sistem yang memberikan solusi terhadap
berbagai problem yang dihadapi manusia. Setiap solusi yang diberikan selaras
dengan fitrah manusia. Dalam konteks pendidikan, Islam telah menentukan bahwa
Negaralah yang berkewajiban untuk mengatur segala aspek yang berkenaan dengan
sistem pendidikan agar pendidikan dapat diperoleh rakyat secara mudah.
Pada era
globalisasi saat ini perkembangan zaman mengakibatkan gaya hidup manusia
menjadi berubah yang semula mereka saling membutuhkan menjadi bersikap
individualis dan tak peduli dengan orang lain. Globalisasi selain menghadirkan
dampak ‘positif’ untuk hidup mudah, nyaman, murah, indah, maju. juga
mendatangkan dampak ‘negatif’ yaitu menimbulkan keresahan, penderitaan dan
penyesatan. Bagi masyarakat, Globalisasi merupakan sebuah fenomena yang banyak
menimbulkan dampak negatif yang di bawa oleh negara-negara Barat (terutama
Amerika Serikat) dengan tujuan agar masyarakat mengikuti cara hidup di negara
mereka
Agama Islam pada
era globalisasi saat ini terkadang disepelekan dengan orang yang hanya ingin
menjejar duniawi saja, namun Ibadah kepada Allah sangatlah kurang. Demikian
Allah menganjurkan kita sebagai manusia wajiblah berilmu namun menyeimbangkan
dengan Amalan-amalan kepada Allah SWT. Seperti pepatah “Kejarlah duniamu
seolah kau akan hidup selamanya, dan Kejarlah akhiratmu seolah kau akan mati
esok.“ dalam hadist juga menyebutkan bahwa “Tuntutlah Ilmu sampai ke
negeri China.” Dan “Tuntutlah ilmu dari kau baru lahir sampai liang
kubur kelak.” Disini jelas sekali bahwa menuntut Ilmu mutlak hukumnya dalam
Islam.
Contoh pada era
globalisasi ini kita sedang dihadapkan dengan sikap malas menuntut Ilmu dan
menyeimbangkan dengan Agama. Terkadang dengan IPTEK yang maju sekarang manusia
hanya memikirkan kesengan nya saja tanpa memikirkan soal Agamanya. Adapun hal
yang dapat dilakukan agar dunia dan akhirat dapat seimbang dan Ilmu yang
didapat bisa bermanfaat adalah Tidak
terlalu berfokus kepada duniawi saja, melakukan segala sesuatu dengan ikhlas,
menggali ajaran tentang agama agar Ilmu yang dihasilkan dapat bermanfaat dan
berguna bagi orang lainnya, Karena dalam hadist menyampaikan juga bahwa “Sampaikanlah
Ilmu, walaupun hanya satu ayat.” Saling menasihati dalam kebenaran dan
saling menasihati dalam kebajikan seperti arti dari Qs. Al-Asr. Sebagai pelajar
atau mahasiswa menuntut ilmu juga hal pokok agar generasi kedepan tidak dijajah
oleh budaya barat dengan cara menyeimbangkan Ilmu yang didapat dengan
berlandaskan Islam, karena apabila ilmu disampaikan dengan berlandaskan Islam
Insyallah kebenaran nya akan lebih teruji dan dapat dipertanggung jawabkan
diakhirat kelak. Adapun Al-Qur’an dan Hadist yang menyampaikan bahwa pentingnya
menuntut Ilmu adalah :
طَلَبُ الْعِلْمِ
فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ وَمُسْلِمَةٍ
Artinya
: ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim
perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr)
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا
فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ
أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib
baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat,
maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka
wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi)
مَنْ خَرَجَ فِى
طَلَبُ الْعِلْمِ فَهُوَ فِى سَبِيْلِ اللهِ حَتَّى يَرْجِعَ
Artinya
: ”Barang siapa yang keluar untuk mencari ilmu maka ia berada di jalan Allah
hingga ia pulang”. (HR. Turmudzi)
يَآيُّهَا الَّذِيْنَ
اَمَنُوْآ اِذَا قِيْلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوْا فِى الْمَجَلِسِ فَافْسَحُوْا يَفْسَحِ
اللهُ لَكُمْ وَاِذَا قِيْلَ انْشُزُوْا فَانْشُزُوْا يَرْفَعِ اللهُ الَّذِيْنَ اَمَنُوْا
مِنْكُمْ وَ الَّذِيْنَ اُوْتُوْا الْعِلْمَ دَرَجَتٍ وَ اللهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
خَبِيْرٌ ـ المجادلة
Artinya:
“Hai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah
dalam majlis.” maka lapangkanlah, niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu.” maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu, dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.” (Q.S. al-Mujadilah: 11).
NAMA : MUHAMMAD IKBAL REFINDO
NIM / PRODI : 1657010084 / ILMU KOMUNIKASI 3
MATA KULIAH : ISLAM DAN ILMU PENGETAHUAN
Tidak ada komentar:
Posting Komentar